Abdul Rozak Akan Penjarakan Orang Tua Kartika Damayanti yang Tak Tau Apa-Apa Sebagai Jaminan Anaknya Sebagai Hatters

Penghina Ayu Ting Ting bernama  terancam dipenjara.

Tak main-main, Ayah Rozak dan Umi Kalsum datangi kediaman orang tuanya di Bojonegoro Jawa Timur.

Rupanya, Kartika Damayanti seorang TKW yang bekerja di Singapura.

Ia sengaja membuat konten untuk menjelek-jelekan sang biduan di media sosial.

Kedua orang tua sang biduan mendatangi rumahnya bersama polisi.

Melalui kanal YouTube KH INFOTAINMENT pada Sabtu (31/07), Abdul Rozak ingin memberi pelajaran.

Melansir gridhot.ID, “Buat haters-haters yang julid punya hati dajjal, iblis, sekarang pada diem karena takut,” sebut Abdul Rozak.

“Pada ngumpet sekarang,” sahut Umi Kalsum.

“Benar-benar ya, jangan main-main sama saya, hukum tetap berjalan,” ujar Abdul Rozak.

“Tunggu saja, lagi pada dikumpulin kalian (haters-red) semua,” ungkap Umi Kalsum.

“Kamu jangan suka macam-macam ya sama anak saya,” bela Abdul Rozak.

“Kecuali anak saya punya salah sama kalian semuanya, boleh kalian bully,” ujar Umi Kalsum.

“Sesama wanita lagi, berarti dia wanita iblis ya, bukan manusia lagi,” sahut Abdul Rozak.

“Iyalah, ngatain anak saya apa saja, aduh, cucu kita dikatain apa aja,” beber Umi Kalsum.

“Pokoknya sudah sakit banget,” akunya.

Saking terluka hatinya, Umi Kalsum sempat ingin memenjarakan orangtua Kartika Damayanti yang ditemui di Bojonegoro.

Hal ini dilakukan agar wanita tersebut segera kembali ke Indonesia.

“Kita kalau misalnya bisa, hukumnya ada buat menjarain orangtuanya, kita penjarain kemarin orangtuanya,” ujar Umi Kalsum.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Mikir Dua Kali Saat Ngajak Abdul Rozak Syuting Bareng Gegara Suka Pamer Jari Jemarinya yang Dipenuhi Cincin: Gila Emas…

“Kita tahan buat dia kembali ke Jakarta.”

“Kemarin saya mau seperti itu, kita masih toleranlah,” tutur Abdul Rozak.

“Kalau dia enggak pulang juga, terpaksa nanti, tunggu tanggal mainnya.”

“Bukannya kita ancam ya, tapi memang itu penginnya kita,” lanjut Umi Kalsum.

“Kalau memang bisa orangtuanya buat jaminan, kita iniin (Tahan-red).”

“Ibu jauh-jauh ngapain nyamperin orang kayak begitu kalau enggak benar-benar perasaan (terluka-red).”(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*