Bocah 9 Tahun Nikahi Wanita 62 Tahun Ibu Kandung Sendiri, Disaksikan Mantan Suami yang Juga Ayah

Seorang wanita menikahi laki-laki yang lebih muda 53 tahun yang tak lain adalah anaknya sendiri.

Wanita ini memutuskan untuk menceraikan suami dan menikahi anak kandungnya. Parahnya sang anak baru berusia 9 tahun.

Peristiwa ini terjadi di Ximhungwe, Mpumalanga, Afrika Selatan, beberapa tahun lalu.

Terlihat seorang bocah 9 tahun yang masih kecil menikah dengan seorang wanita yang sudah miliki 5 orang anak.

pernikahan ini menghebohkan masyarakat setempat.

Melansir dari Wittyfeed, Saneie Masilela, bocah berusia 9 tahun telah menikah dengan Helen, ibu lima anak berusia 62 tahun.

Saneie pun menjadi pengantin pria termuda di negaranya karena menikahi Helen.

Ada sebuah upacara pernikahan tidak resmi yang mereka gelar tahun lalu.

Yang lebih gila lagi, pernikahan tersebut disaksikan oleh mantan suami Helen, Alfred Shabangu.

Alfred pun sama sekali tak keberatan mantan istrinya itu menikahi seorang bocah yang otomatis akan menjadi ayah angkat dari anak-anaknya nanti.

Bocah 9 tahun nikahi wanita usia 62 tahun punya 5 orang anak (source: Wittyfeed via Wiken) ((source: Wittyfeed via Wiken))

Upacara pernikahan yang telah berlangsung secara informal itu akhirnya diulang karena pasangan aneh tersebut ingin melakukannya di depan banyak orang.

Mereka kemudian melakukan upacara pernikahan secara resmi dan lengkap di depan penduduk setempat yang terheran-heran.

Wanita ini menikahi anaknya sendiri karena terlalu cinta, alasan yang tak masuk akal.

Kasus Serupa, Janda 40 Tahun menikahi anak Kandung

Hubungan terlarang dan pernikahan sedarah mereka membuat sang janda hamil besar.

Akibatnya, mereka pun diusir dari kampung tempat tinggalnya.

Apa pilihan mereka? Kisah ini dikutip dari Wiken.ID, simak selengkapnya.

Diketahui, janda yang menikah dengan anak kandungnya itu adalah Betty Mbereko, seorang wanita berusia 40 tahun.

Pengalaman mereka ini sampai ditayangkan di media asing Elitereaders belum lama ini.

Peristiwa pernikahan itu terjadi di pedalaman Gorontalo.

Semua berawal dari Betty Mbereko yang melihat hidup anaknya mapan.

Betty ditinggal pergi selamanya oleh sang suami sudah sekitar 12 tahun belakangan.

Ia pun menjadi janda mati yang hidup kerap kali sendiri membesarkan anak-anaknya yang lain.

Satu di antara anak Betty memiliki kehidupan yang mapan setelah beranjak dewasa.

Atas prestasinya itu, sang ibu tidak rela jika putranya itu jatuh ke pelukan wanita lain selain dirinya.

Betty akhirnya memutuskan menikah dengan anaknya sendiri atas dasar sama-sama suka.

Betty bahkan berniat meresmikan hubungannya melalui pernikahan yang sah.

Bahkan, tak disangka wanita yang sudah 40 tahun itu kini telah hamil besar hasil hubungannya incest (sedarah) dengan putra kandungnya itu.

Betty sendiri menjanda 12 tahun dan tinggal dengan sang anak Farai Mbereko (23).

Setelah suaminya meninggal, Betty merasa mempunyai hak atas putranya tersebut dan bahkan berhak untuk menikah dengan Farai.

Tak disangka, Farai juga mengiyakan aksi gila ibunya dan siap untuk menikah dengan Betty.

Banyak orang yang tidak menyetujui hubungan terlarang ini karena dinilai bertentangan dengan norma dan agama.

Tindakan ganjil mereka ini sebenarnya ikut juga disadari oleh warga setempat dan kepala desa terdekat.

Kepala desa sempat meminta agar keduanya mengurungkan niatnya saja.

Atau pilihan untuk pergi dari desa dan memilih menikah di tempat lain.

Saat kepala desa menyodorkan pilihan untuk mengurungkan niatnya itu atau pergi dari desa, keduanya memilih pergi meninggalkan desa dan menikah di tempat lain.

Pada akhirnya, keduanya pun diterima di sebuah tempat yang bisa memaklumi hal tersebut.

Lalu, bagaimana tanggapan masyarakat desa mereka setelah rencana itu terwujud?

‘Di sini, anak bisa nikahi ibunya’

Bagi masyarakat umum, kawin dengan saudara kandung merupakan sebuah pantangan, dan bahkan tidak bisa ditoleransi.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi Suku Polahi di pedalaman Gorontalo.

Mereka hingga saat ini justru hanya kawin dengan sesama saudara mereka.

“Tidak ada pilihan lain. Kalau di kampung banyak orang, di sini hanya kami. Jadi kawin saja dengan saudara,” ujar Mama Tanio.

Mama Tanio adalah perempuan Suku Polahi yang ditemui di Hutan Humohulo.

Tempat itu ada di Pegunungan Boliyohuto, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, mereka ditemui minggu lalu oleh Elitereaders.

Suku Polahi merupakan suku yang masih hidup di pedalaman hutan Gorontalo dengan beberapa kebiasaan yang primitif.

Mereka tidak mengenal agama dan pendidikan, serta cenderung tidak mau hidup bersosialisasi dengan warga lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*